Punk
Rock Jalanan
Punk berasal dari kata Bahasa Inggris, yaitu “Public
United Not Kingdom” yang yang artinya kesatuan suatu masyarakat di luar
kerajaan. Sekumpulan anak punk biasanya mendirikan komunitas sendiri.
Sangat
beraneka ragam kehidupan komunitas punk, disebut sebagai punk rock jalanan karena mereka benar-benar hidup dijalanan, mereka melakukan segala aktifitasnya
di jalan. Seperti yang sering kita jumpai saat ini, hampir tiap kota di Indonesia
kususnya kota-kota besar. Dikeraimaian pusat kota kita juga dapat menjumpai
komunitas ini. Mereka tidur dipinggir jalan atau depan pusat perbelanjaan,
mengamen di lampu merah, ada juga yang menjadi polisi cepek ( mengatur jalan) atau biasa saya sebut (Pak Ogah) hehe... .Komunitas
anak Punk tidak hanya mengamen ataupun menjadi polisi cepek tetapi juga sebagian anak punk yang memanfaatkan keseraman
mereka untuk melakukan kriminalitas.
Saya kebetulan pernah bertemu dengan dua anak punk yang berkeliaran dijalan
yang sedang mengemis di angkot, hm... atau disebut juga malak. anak punk itu
sedang berdiri di pintu angkot dan mengatakan ”saya baru keluar dari penjara
Pak, Buk.....” sambil mengulurkan tangan dan berkata kasar. Gaya mereka cenderung
menyeramkan sehingga terkadang membuat masyarakat ataupun penumpang
angkot tadi takut bila bertemu anak punk.
Kebebasan
bagi anak punk adalah kebebasan untuk mengatur dan mengontrol jati dirinya
sendiri. Jadi segala sesuatu muncul dari kesadaran diri sendiri untuk bertindak
dan berbuat sesuatu. Biasanya jika mereka sudah berfikir seperti itu,
anak punk akan bekerja berdasarkan inisiatif dari diri sendiri dan tidak perlu
diatur dan mengatur orang lain.
Pergaulan bebas
mereka rentan terhadap gaya hidup yang merusak, seperti Narkoba, Free
Sex , Minuman keras , anak punk cenderung dikucilkan di masyarakat karena dianggap sebagai pelaku kriminalitas. Sudah menjadi
hal yang biasa apabila kita melihat anak punk terjaring razia karena di anggap mengganggu
ketertiban umum.
Tetapi menurut saya
masih banyak anak Punk diluar sana yang tidak melakukan hal yang berbau
kriminalitas dan malah melakukan hal yang positif, seperti
merintis usaha rekaman dan distribusi terbatas. Komunitas anak punk yang membuat
label rekaman sendiri untuk menaungi band-band sealiran sekaligus
mendistribusikannya ke pasaran. Kemudian berkembang menjadi semacam toko kecil
yang disebut distro yang merupakan implementasi
perlawanan terhadap perilaku konsumtif anak muda pemuja barang bermerk luar
negeri. Dan mereka juga bisa memproduksi dan mendistribusikan
t-shirt, aksesoris, buku dan majalah, poster, serta jasa tatoo dan tindik.
Komentar
Posting Komentar